Selasa, 11 Desember 2018

Format Laporan Praktikum


LAPORAN HASIL PRAKTIKUM LAPANG
PUSAT PENELITIAN KOPI DAN KAKAO JEMBER INDONESIA
PENGANTAR AGRIBISNIS
LEMBAGA PENUNJANG “KERJASAMA”


Dosen Pembimbing : Ir. Sri Hindarti M.SI

Di Susun Oleh :
Kelompok V
Nadiya Khoirul Arifah         :   21501032034
M. Faridman Yusuf              :   21501032042
Ajatkan                                  :   21501032045
Tommy Hardiyono                :   21501032047



FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2017
Kata Pengantar
            Atas nikmat dan karunia-Nya makalah hasil praktikum lapang program studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang yang di adakan pada pusat penelitian kopi dan kakao yang berada di daerah Jember telah dapat kami susun sebgagai salah satu syarat dalam menempuh matakuliah Pengantar Agribisnis semester 5.
            Dalam penyusunan makalah ini sangatlah di butuhkan fakta rill untuk menunjang hasil praktikum yang valid agar nantinya data yang sudah tersusun ini dapat menjadikan acuan penelitian yang rill untuk keberlanjutannya. Tidak kalah penting pembahasan makalah mengenai lembaga penunjang pusat penelitian kopi dan kakao Jember ini mempunyai data yang lengkap dari tahun 2006 yang sudah terupgrade sebagai tolak ukur keberhasilan dalam mendirikan pusat penelitian yang legal dalam suatu daerah seiring peningkatannya yang terlihat atas segala support yang dilakukan lembaga/instansi terkait.
            Diharapkan pada makalah yang sudag tersusun ini dapat menjadikan minat peneliti untuk bisa menjadikannya acuan dan panduan dalam mendapatkan informasi mengenai pusat penelitian kopi dan kakao yang ada di Jember yang sudah di akui kualitas dan kuantitasnya dari macam-macam pengunjung yang sudah berdatangan menjadikan pusat penelitian kopi dan kakao di Jember bukan hanya untuk study tetapi juga untuk pariwisata.










DAFTAR ISI
Kata Pengantar……………………………………………………………………..
Daftar Isi………………………………………………………………………….....
BAB I : PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang……………………………………………………………...……
1.2   Rumusan Masalah…………………………………………………………...…..
1.3  Tujuan………………………………………………………………………...….
BAB II : KERANGKA TEORI
2.1 Sejarah Kopi…………………………………………………………..………...
2.2 Pengertian Lembaga Penunjang...........................................................................
BAB III : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
3.1 Profil Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia……………………...……...
3.2 Struktur Organisasi………………………………………………………...…...
·         Tugas pokok dan fungsi………………………………………………..…..
·         Visi dan Misi………………………………………………………………
·         Rencana Strategis…………………………………………………...……..
3.3 Sumberdaya Manusia…………………………………………………...…..…
3.4 Sarana Penelitian………………………………………………………..……..
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Lembaga Kerjasama…………………………………………………….…..
4.2 Analisis swot…………………………………………………………….......
4.3 Efas dan strategi yang di persiapkan berdasarkan data analisis swot.............
BAB V : PENUTUP
5.1 Kesimpulan…………………………………………………………….……
5.2 Saran…………………………………………………………………..…….
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….
LAMPIRAN………………………………………………………………...…  

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mungkin masyarakat di Indonesia, belum semuanya mengetahui bahwa di Indonesia mempunyai Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka). Sejak didirikan pada tanggal 1 Januari 1911 dengan nama Besoekisch Proefstation, menjadikan penelitian kopi dan kakao sudah sangat lama dilakukan di Indonesia,  sehingga layak jika Indonesia menjadi championship di produksi kopi dan kakao di dunia
Terjadinya dualisme menejerial, menimbulkan masalah tersendiri bagi kelembagaan Puslitkoka. Dimana secara fungsional berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia, sedangkan secara struktural dikelola oleh Lembaga Riset Perkebunan Indonesia – Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia (LRPI–APPI)
Upaya peningkatan manajemen internal Puslitkoka terus diupayakan, dimana pada tahun 2008 mendapat akreditasi oleh Kemenristekdikti melalui Lembaga Sertfikasi KNAPPP (Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitiandan Pengembangan
Prestasi terus digapai, setelah ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek Kakao pada tahun 2013 dan Pusat Unggulan Kopi pada tahun 2014, tahun 2015, Kemenristekdikti kembali menganugerahkan gelar Pusat Unggulan Iptek Kopi dan Kakao kepada Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Pencapaian ini, merupakan bukti bahwa Puslitkoka merupakan pranata litbang yang senantiasa berinovasi untuk riset dan pengembangan komoditi kopi dan kakao dalam mendukung program MP3EI (Master plan Percepatandan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia).
Mencermati dan Melilihat darivisi, misi dan dari pengalaman penelitian yang sangat panjang, puslitkoka ini, seharusnya sudah dapat mendorong tercapainya Indonesia menjadi produsen kopi dan kakao nomor satu di dunia. Mengapa demikian ? Karena budaya inovasi teknologi, industri dan senergitas dengan internasional sudah membudaya di seluruh jajaran puslitkoka.
Hal tersebut di atas, didukung oleh sumberdaya manusia yang mumpuni, berjumlah 301 orang, terbagi dalam 3 bidang: (1) Bidang Penelitiandan Pelayanan, (2) Bidang Usaha, dan (3) Bidang Administrasi/Penunjang. Peneliti berjumlah 34 orang, terdiriatas 11 orang berijasah S3, 8 orang berijasah S2, dan 15 orang berijasah S1. Berdasarkanj abatan fungsionalnya dapat dikelompokkan 11 orang Peneliti Utama, 12 orang Peneliti Madya, 1 orang Peneliti Muda, 1 orang Peneliti Pertama, dan 4 orang peneliti non kelas.
1.2  Rumusan Masalah :
1.      Siapa lembaga penunjang untuk pengembangan pusat penelitian kopi dan kakao Jember?
2.      Apa saja yang telah dilakukan lembaga terkait dalam membantu mengembangkan pusat penelitian kopi dan kakao jember?
3.      Bagaimana hasil yang sudah di dapatkan pusat penelitian kopi dan kakao Jember atas support lembaga penunjang?
1.3 Tujuan :
1.      Untuk dapat mengetahui lembaga penunjang dalam pengembangan pusat penelitian kopi dan kakao Jember.
2.      Untuk mengetahui apa yang telah dilakukan lembaga terkait dalam membantu mengembangkan pusat penelitian kopi dan kakao Jember.
3.      Untuk mengetahui hasil yang sudah di didapatkan pusat penelitian kopi dan kakao jember atas support lembaga penunjang.











BAB II
KERANGKA TEORI
2.1 Sejarah Kopi
Kopi merupakan salah satu komoditi terbesar Indonesia selain kakao, tebu, dan teh. Indonesia adalah penghasil kopi terbesar ke-3 setelah Brazil dan Vietnam. Indonesia salah satu pengekspor kopi terbesar ke-3 di Dunia, ekspor kopi Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan. Namun mutu yang dihasilkan tidak selaras dengan peningkatan jumlah ekspornya. Hal ini, diakibatkan oleh pengolahan pasca panen yang kurang baik dari para petani.
Kopi masuk ke Indonesia pada tahun 1696 sampai 1699. Tanman kopi diperkenalkan oleh penjajah VOC tanaman ini mula0mula hanya di jadikan sebagai bahan coba-coba, namun Karena hasilnya memuaskan dan menguntungkan pihak VOC sehingga mereka menyebarkan Kopi ke berbagai daerah di Indonesia. Kopi merupakan tanaman asal Afrika, ada 3 varietas Kopi yang di tanam di Dunia, yaitu Kopi Arabika, Kopi Robusta, dan Kopi Liberika.
Kopi merupakan salah satu minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Kopi pada era modern sedang di gandrungi atau dijadikan lifestyle berbagai kalangan dari muda-mudi hingga orang tua. Kopi memiliki sifat psikostimulant yang akan menyebabkan orang tetap terjaga.
2.2 Pengertian Lembaga Penunjang
Lembaga Penunjang adalah institusi penunjang yang turut serta mendukung pengoperasian Pasar Modal dan bertugas dan berfungsi melakukan pelayanan kepada pegawai dan masyarakat umum.





BAB III
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
3.1 Profil Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) didirikan pada 1 Januari 1911 dengan nama waktu itu Besoekisch Proefstation. Setelah mengalami beberapa kali perubahan baik nama maupun pengelola, saat ini secara fungsional Puslitkoka berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia, sedangkan secara struktural dikelola oleh Lembaga Riset Perkebunan Indonesia – Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia (LRPI – APPI).
Puslitkoka adalah lembaga non profit yang memperoleh mandat untuk melakukan penelitian dan pengembangan komoditas kopi dan kakao secara nasional, sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 786/Kpts/Org/9/1981 tanggal 20 Oktober 1981. Juga sebagai penyedia data dan informasi yang berhubngan dengan kopi dan kakao.
Sejak berdiri pada tahun 1911, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia berkantor di Jl. PB. Sudirman No. 90 Jember. Namun mulai 1987 seluruh kegiatan/operasional dipindahkan ke kantor baru berlokasi di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jember berjarak + 20 km arah Barat Daya dari Kota Jember. Pada tahun 2008 terakreditasi oleh Lembaga Sertfikasi KNAPPP dengan Nomor Sertifikat: 006/Kp/KA-KNAPPP/I/2008.

3.2 Struktur Organisasi
Tugas Pokok dan Fungsi
·         Melakukan penelitian guna mendapatkan inovasi teknologi di bidang budidaya dan pengolahan hasil kopi dan kakao
·         Melakukan kegiatan pelayanan kepada petani/pekebun kopi dan kakao di seluruh wilayah Indonesia guna memecahkan masalah dan mempercepat alih teknologi
·         Membina kemampuan di bidang sumberdaya manusia, sarana dan prasarana guna mendukung kegiatan penelitian dan pelayanan.



Visi dan Misi
·         Menjadi salah satu lembaga penelitian yang handal dan produktif dalam menciptakan dan mengembangkan teknologi yang tekait dengan perkebunan kopi dan kakao
·         Menjadi pelopor kemajuan industri kopi dan kakao
·         Menjadi mitra pelaku usaha dengan pemerintah dalam mengembangkan inovasi teknologi baru.
·         Menjadi pusat informasi dan pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan daya saing.

Rencana Strategis
·         Menentukan arah penelitian yang difokuskan pada isu strategis dengan memperhatikan peluang, kendala dan sumberdana yang tersedia yang lebih lanjut dijabarkan dalam Rencana Operasional Penelitian (ROP)
·         Menyatukan persepsi antara pengambil kebijakan, perencana, peneliti dan pengguna teknologi dalam menentukan arah dan prioritas penelitian.
·         Menyatukan arah penelitian dalam rangka mendorong munculnya efek sinergik dalam kegiatan ristek pada lingkup Puslitkoka, lingkup Badan Litbang Pertanian serta lingkup Nasional dan Internasional

3.3  Sumberdaya Manusia
Sumberdaya manusia Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia saat ini berjumlah 301 orang, yang terbagi dalam 3 bidang tugas, yaitu bidang penelitian dan pelayanan, bidang usaha, dan bidang administrasi/penunjang. Peneliti berjumlah 34 orang, terdiri atas 11 orang berijasah S3, 8 orang berijasah S2, dan 15 orang berijasah S1. Berdasarkan jabatan fungsionalnya dapat dikelompokkan 11 orang Peneliti Utama, 12 orang Peneliti Madya, 1 orang Peneliti Muda, 1 orang Peneliti Pertama, dan 4 orang peneliti non kelas.

3.4  Sarana Penelitian
Kebun Percobaan dan Areal Kantor seluas 380 ha, terdiri atas kebun percobaan kopi arabika (KP. Andungsari ketinggian 100-1.200 m dpl.), kopi robusta dan kakao (KP. Kaliwining dan KP. Sumberasin ketinggian 45-550 m dpl.). Laboratorium yang dipunyai seluas 2.365 m2 dengan peralatan sejumlah 850 unit. Terdiri dari Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Laboratorium Fisika Tanah, Kimia Tanah dan Biologi Tanah, Laboratorium Kultur Jaringan, Laboratorium Mekanisasi Pertanian, Laboratorium Pengolahan Hasil, Laboratorium Pengawasan Mutu, Pusat Informasi dan Pelatihan. Koleksi buku dan majalah di perpustakaan sebanyak 38.706 judul dan 38.983 eksemplar, terdiri atas 7.622 judul artikel tentang kopi, 5.024 judul artikel kakao, dan lebih dari 15.677 judul artikel tentang karet, tembakau, dan tanaman lainnya.


















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Lembaga Kerjasama
            Dalam praktikum lapang yang sudah dilaksanakan di dapatkan informasi bahwa pusat penelitian kopi dan kakao yang ada di Jember merupakan lembaga yang mulanya bersifat mandiri hingga timbulnya respon yang baik dari kalangan dalam negeri hingga luar negeri atas perkembangannya yang baik dalam pusat penelitian hingga tempat pariwisata.
            Terkait dalam lembaga penunjang pusat penelitian kopi dan kakao memiliki dua kerjasama, yaitu kerjasama dalam negeri dan kerjasama luar negeri untuk menunjang keberlanjutan, kualitas dan kuantitas pusat penelitian kakao dan kopi yang berada di jember.
Dari data yang telah didapatkan dari tahun pertama samapai tahun terakhir  merupakan suatu perkembangan yang baik atas hasil kualitas dan kuantitas pusat penelitian kopi dan kakao Jember hingga sekarang ini.
Lembaga kerja sama dalam negeri yaitu :
  1. Penelitian dan pengembangan kopi dan kakao. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  2. Integrasi klon kopi harapan dengan budidaya dan pengelolaan yang sesuai untuk lahan marginal terhadap produksi dan kualitas biji di Temanggung dan Ende Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI).  Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  3. Inegrasi klon kakao harapan dengan budidaya dan pengelolaan yang sesuai untuk lahan marginal terhadap produksidan kualitas biji di Donggala dan Ende Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI).  Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  4. Rintisan waralaba pembangunan kebun Sumber benih kopi.   Dinas Perkebunan  Jawa Barat.
  5. Pengembangan agribisnis kopi arabika di Pangalengan, Bandung. Koperasi Petani Kopi Pangalengan.
  6. Penyelenggaraan uji multilokasi klon unggul kakao harapan tahan PBK.  Direktorat Jenderal Perkebunan, Dinas Perkebunan  dan Hortikultura Propinsi  Sulawesi Tenggara.
7.      Pengembangan Agribisnis Kopi Arabika di Kabupaten Bandung. Asosiasi Petani Kopi Indonesia(APEKI) Kabupaten Bandung.
8.      Pembinaan dan Pembelian Kopi Biji Robusta Rakyat dengan Cara Olah Semi Basah. PT. Indocom Citrapersada,  Kelompok Tani Usaha Bersama (KUB) Robusta  Lampung Barat.
9.      Penelitian dan pengembangan kopi dan kakao. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat  Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
10.  Integrasi klon kopi harapan dengan budidaya dan pengelolaan yang sesuai untuk lahan marginal terhadap produksi dan kualitas biji di Temanggung dan Ende. Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
11.  Inegrasi klon kakao harapan dengan budidaya dan pengelolaan yang sesuai untuk lahan marginal terhadap produksidan kualitas biji di Donggala dan Ende. Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  1. Pendampingan teknologi untuk mendukung kegiatan pengembangan kopi dan kakao di Kabupaten Yapen Waropen.  Pemerintah Kabupaten Yapen Waropen  Propinsi Papua.
  2. Pengembangan kakao di kota Palu. Pemerintah Kota Palu, Universitas  Tadolako, DPD ASKINDO Sulawesi Tengah.
  3. Pengembangan agribisnis berbasis komoditas kakao di Kabupaten Nagekeo. Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur.
  4. Integrasi klon kopi harapan dengan budidaya dan pengelolaan yang sesuai untuk lahan marginal terhadap produksi dan kualitas biji di Temanggung dan Ende Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  5. Inegrasi klon kakao harapan dengan budidaya dan pengelolaan yang sesuai untuk lahan marginal terhadap produksidan kualitas biji di Donggala dan Ende.  Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  6. penelitian dan pengembangan kopi dan kakao. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  7. Identifikasi senyawa nitrogen organik tanah  tertentu dan pemnfaatan sebagai indikator dalam usaha efisiensi penggunaan pupuk Nitrogen pada kakao. Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia.
  8. Reaktivasi enzim-enzim kunci pembentuk citarasa dan aplikasi bakteri asam laktat. Insentif SINas Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia.
  9. Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  10. Introduksi klon unggul dengan Pengelolaan yang sesuai untuk lahan marginal guna meningkatkan produktivitas sebesar 20% di Kabupaten Ende. Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  11. Identifikasi dan Isolasi  Gen S-Penentu Self-Incompatibilty pada Kopi Robusta (Coffea canephoraPierre) untuk Penyesuaian Pasangan Antar Klon Guna Mencapai Produktivitas di atas 2 Ton per Ha. Direktorat Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional R.I.
  12. Isolasi dan Pemanfaatan Mikrobia Rizosfer Kopi   untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kopi Menjadi 125%. Direktorat Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional R.I.
  13. Guarded Indonesian cocoa bean. Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia.
  14. Pengembangan  agribinis  berbasis komoditas kopi arabika dan kakao di Kabupaten Ngada. Pemerintah Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur, Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten  Ngada.
  15. Pendampingan petani kopi arabika di daerah Sembalun Kabupaten Lombok Timur dan daerah Tepal Kabupaten Sembawa. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
  16. Pendampingan rintisan mutu kopi organik /spesialti. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bondowoso.
  17. Pengelolaan hama penggerek buah kopi untuk menurunkan tingkat serangan menjadi kurang dari 20% melalui aspek monitoring dan pengendalian dengan agensia hayati dan perangkap. Pusat Penelitian dan Pengembangan  Perkebunan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  18. Pemanfaatan biodegradable film untuk melindungi buah kakao dari serangan penggerek buah kakao (PBK). Pusat Penelitian dan Pengembangan  Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  19. Penelitian dan karakterisasi edafik kopi specialti (sifat kimia, fisika dan citarasa)  di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan  Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  20. Penelitian dan karakterisasi edafik kopi specialti (sifat kimia, fisika dan citarasa)  di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan  Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  21. Rekayasa alsin produksi Kalium Hidroksida (KOH)  dan reaktor biogas formulasi produk pangan, pupuk dan kertas berbasis limbah kakao yang dapat meningkatkan nilai tambah 60%. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  22. Perakitan bahan tanam kopi dengan mutu dan produktivitas tinggi di atas 2,75 ton/ha/th, tahan terhadap nematoda Radhopulus similis dan penyakit karat daun (Hemileia vastatrik) untuk kopi arabika, dan nematoda Pratylenchus coffeae untukkopi robusta serta perbanyakan massal secara somatic embryogenesis (SE). Pusat Penelitian dan Pengembangan  Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  23. Perakitan bahan tanaman kakao dengan produktivitas tinggi di atas 1,5 ton biji kering/th, tahan hama PBK,penyakit VSD dan busuk buah kakao (BBK). Pusat Penelitian dan Pengembangan  Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  24. Identifikasi Dan Isolasi Gen S Penentu Self-Incompatibility Pada Kopi Robusta (Coffea canephoraPierre) Untuk Penyesuaian Pasangan Antar Klon Guna Mencapai Produktivitas di atas 2 Ton Per Ha. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  25. Kajian Efisiensi Retranslokasi Hara dan Pengelolaan Hara serta Air Terpadu di Perkebunan Kopi dan Kakao Berdasarkan Agroekosistem Guna Meningkatkan Efisiensi Pengunaan Hara dan Air Sebesar 25%. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  26. Integrasi aplikasi agens hayati untuk mengendalikan hama utama tanaman kakao (Conopomorpha cramerella) untuk menekan kehilangan hasil sebesar 30%. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  27. Pemanfaatan biji kakao terserang PBK sebagai sumber senyawa antimikrobia dan kulit buah kakao untuk pakan ikan guna meningkatkan nilai tambah sebesar 25%. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  28. Aplikasi Teknologi Digital Sensor Warna sebagai Penentu Tingkat Fermentasi Biji Kakao Secara Cepat dan Akurat untuk menghapus diskon otomatis biji kakao unfermented sebesar 20%. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  29. Pengembangan kopi luwak dan instrumen produksinya secara In vitro untuk meningkatkan nilai tambah 50%. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  30. Pengembangan konsep kawasan industri kakao terpadu tanpa limbah (KIKAT-ZERO WASTE). Insetif SINas Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia.
  31. Pengembangan Sentra Industri Kopi Terpadu Berwawasan Lingkungan Untuk Mendukung Agroindustri Di Pedesaan. Insetif SINas Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia.
  32. Pengembangan proses dan alsin fermentasi biji kopi terkendali untuk peningkatan mutu dan nilai tambah 50%.  Balai Besar Mekanisasi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  33. Rekayasa tungku terkendali dengan mikrokontroller berbasis PLC untuk mensin sangrai biji kopidan kakao guna meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar 30% danmengurangi emisi gas CO2 >30%. Balai Besar Mekanisasi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  34. Pembangunan klaster kopi di Kebupaten Bondowoso. Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Bank Indonesia cab. Jember, PT. Bank Pembangunan  Daerah Jawa Timur  Cabang Bondowoso, Perum Perhutani KPH Bondowoso, PT. Indokom Citra Persada, Asosiasi Petani Kopi Indonesia Kabupaten Bondowoso.
  35. Perbaikan mutu & sistem pemasaran kopi serta pendaftaran IG Kopi Flores Bajawa. Dinas Perkebunan Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur.
  36. Penelitian varietas dan blok penghasil  tinggi (BPT) kopi excelsa. Dinas Perkebunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat  Provinsi Jambi.
  37. Perbaikan mutu & sistem pemasaran kopi. Dinas Perkebunan Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Barat.
  38. Pendampingan pengolahan dan pemasaran kopi di Bondowoso. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten  Bondowoso Provinsi Jawa Timur.
  39. Penyusunan draft buku persyaratan IG  kopi arabika  Bondowoso. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten  Bondowoso Provinsi Jawa Timur.
  40. Data base  plasma nutfah dan teknologi serta data produksi nasional tanaman kopi dan kakao. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  41. Kajian pengembangan hasil samping perkebunan (kakao). Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.
  42. Pendampingan investasi & eksploitasi kebun kopi. PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero).
  43. Pendampingan investasi & eksploitasi kebun kakao. PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero).
  44. Pendampingan pengelolaan kebun benih kakao.  PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero).
  45. Pendampingan eksploitasi dan rehabilitasi kebun kopi. PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero).
  46. Pendampingan budidaya, pengolahan, dan pemasaran hasil kopi arabika.  Dinas Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
  47. Pendampingan mutu kopi arabika standar ekspor. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bondowoso.
  48. Penyelamatan Java “A”  Light Breaking Cocoa Melalui  Eksplorasi Dan Seleksi Pada Populasi Kakao Edel Di Wilayah Jawa Timur. Insentif SINas Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia.
  49. Pengembangan Sentra Industri Kopi Terpadu Berwawasan Lingkungan Untuk Mendukung Agroindustri Di Pedesaan.  Insentif SINas Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia.
  50. Aplikasi Jamur Paecilomyces lillacinus  untuk Menginduksi Ketahanan Tanaman Kopi Terhadap Nematoda Parasit, Pratylenchus cofeeae. Insentif SINas Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia.
  51. Pembangunan kebun koleksi plasma nutfah kopi dan  kakao. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  52. Optimalisasi budidaya dan pengolahan kopi tipe liberoid  di lahan gambut. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.






Lembaga kerja sama luar negeri:
  1. Improving cocoa production through farmer involvement in demonstration trials of potentially superior and pest/disease resistant genotypes and integrated management practices. ACIAR Project No. SMAR/2005/074.
  2. Enhancing farmer engagement with specialty coffee  chains Eastern Indonesia. Australian Centre  for International Agricultural Research  (ACIAR).
  3. Development of application protocols and commercialization of cocoa pod borer (CPB) pheromone and  biological rodent control for improving cocoa quality in Indonesia. Pest Control India (PCI), CV. Hetts Bio-Lestari, Masterfoods (Mars U.K.Ltd), German Technical Cooperation (GTZ).
  4. On researching coffee varieties under  the project  tittled Aceh partnerships for economic development.  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) of the Provincial Government of Nanggroe Aceh Darussalam.
  5. Causes (s) and correction of cocoa beans contomination  by PAH. Centre de Cooperation Internationale en Recherche Agronomique pour le Developpement (CIRAD).
  6. Building of Sustainable Good Quality Arabica Coffee ‘FLORES BAJAWA”.  Arabica coffee farmer groups of Ngada District domicile at Bajawa, Flores; Office of Estate Crops Development, Goverment of Ngada District, domicile at Bajawa, Flores;  PT. Indokom Citrapersada as coffee exporter domicile in Sidoarjo; Royal Coffee Co. As coffee buyer domicile in Emeryville, California (USA).
  7. Coffe clones for genome mapping analysis. Nestec LTD.
  8. Improving cocoa production through farmer involvement in demonstration trials of potentially superior and pest/disease resistant genotypes and integrated management practices. ACIAR Project No. SMAR/2005/074.
  9. In Suport of the superior Hybrids Filed Trial Project. Yayasan ACDI VOCA Indonesia.
  10. Technical and scientific cooperation. The University of Trieste, Italy.
  11. Cocoa hybrid  trial. Lembaga Koko Malaysia (Malaysian Cocoa Board).        
  12. Cocoa hybrid  trial. University of Southerm Mindanao, Kabacan, 9407, North Cotabato, Philippines. 
  13. Technical and research service AMARTA.
  14. Basic coffe cupping training for farmer’s  cooperative in Gayo Highland of Aceh. Winrock International Institute For Agricultural Development, UNDP Strengthening the Coffee  Industry in Aceh Project.
  15. Improving cocoa production through farmer involvement in demonstration trials of potentially superior and pest/disease resistant genotypes and integrated management practices. ACIAR Project No. SMAR/2005/074.
  16. Testing the superior hybrids of cocoa in term of regional cocoa breeding collaboration.  INGENIC Asia-Pacific,  Mars Inc & World Cocoa Foundantion (WCF).
  17. Improving cocoa production through farmer involvement in demonstration trials of potentially superior and pest/disease resistant genotypes and integrated management practices. ACIAR Project No. SMAR/2005/074.
  18. Engagement of coffee farmer & international market of specialty coffee at Eastern Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific).
  19. Incussion  prevention  and management of coffee berry borer  in PNG and Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific).
  20. Genetic mapping of robusta coffee Resistance of robusta coffee  againts coffee parasitic nematodes, Pratylenchus coffeae and Radophulus similis. Nestec Limited dan PT. Nestle Beverages Ind.
  21. Improving cocoa production through farmer involvement in demonstration trials of potentially superior and pest/disease resistant genotypes and integrated management practices. ACIAR Project No. SMAR/2005/074.
  22. Engagement of coffee farmer & international market of specialty coffee at Eastern Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific).
  23. Incussion  prevention  and management of coffee berry borer  in PNG and Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific).
  24. Testing the superior hybrids of cocoa in term of regional cocoa breeding collaboration. INGENIC Asia-Pacific, Mars Inc & World Cocoa Foundantion (WCF).
  25. Implementation of GAP for improving the productivity of land & realize the sustainability cocoa farming    PT. Mars Symbiosciene Indonesia.
  26. Assesing & improving on pesticide practice for cocoa in Indonesia. National Confectioners Association (NCA) Americ, CABI.
  27. Effectiveness of Bio-coater Spraying in Controlling Cocoa Pod Borer. Word Cocoa Foundation.
  28. Improving cocoa quality & marketing. ADMCOCO.
  29. Engagement of coffee farmer & international market of specialty coffee at Eastern Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific).
  30. Traceability of specialty coffee. CIRAD
  31. Improving cocoa production through farmer involvement in demonstration trials of potentially superior and pest/disease resistant genotypes and integrated management practices. ACIAR Project No. SMAR/2005/074.
  32. Moleculer  study on VSD resistant cocoa clones. USD, ARS, Subtropical Horticulture Research Station.
  33. Assessing Indonesian cocoa germplasm using SNP markers. Beltsville Agriculture Research Center, ARS-USDA.
  34. Improving the sustainability of cocoa production in eastern Indonesia through integrated pest, disease and soil management in an effective extension and policy environment. ACIAR Project No. AGB I/2010-011.
  35. Engagement of coffee farmer & international market of specialty coffee at Eastern Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific.
  36. Incussion  prevention  and management of coffee berry borer  in PNG and Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific.
  37. Testing the superior hybrids of cocoa in term of regional cocoa breeding collaboration. INGENIC Asia-Pacific, Mars Inc & World Cocoa Foundantion (WCF).
  38.  Intensification and Improvement of Cocoa Production in the Mentawai Islands.  Food and Agriculture Organization of the United Nations  (FAO).
  39. Effectiveness of Bio-coater Spraying in Controlling Cocoa Pod Borer. Word Cocoa Foundation (WCF).
  40. Developing budwood garden of cocoa clones through. Word Cocoa Foundation (WCF).
  41. Novel Approaches to Managing Cocoa Pests and Disease. Clemson University, USA.
  42. Finance Alliance for Sustainable Trade.  COSA.
  43. Improving the sustainability of cocoa production in eastern Indonesia through integrated pest, disease and soil management in an effective extension and policy environment. ACIAR Project No. AGB I/2010-011.
  44. Engagement of coffee farmer & international market of specialty coffee at Eastern Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific).
  45. Incussion  prevention  and management of coffee berry borer  in PNG and Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific).
  46. Implementation of GAP for improving the productivity of land & realize the sustainability cocoa farming.  PT. Mars Symbiosciene Indonesia.
  47. Testing the superior hybrids of cocoa in term of regional cocoa breeding collaboration. INGENIC Asia-Pacific, Mars Inc & World Cocoa Foundantion (WCF).
  48. Research Program. World Coffee Research (WCR), Texas Agrjlife Research Norman Borlaug Institute For International Agriculture The Texas A&M University System College Station, Texas United States Of America.

Dari data yang telah didapatkan dari tahun pertama samapai tahun terakhir  merupakan suatu perkembangan yang baik atas hasil kualitas dan kuantitas pusat penelitian kopi dan kakao Jember hingga sekarang ini.

















4.2 Analisis SWOT Dari Lembaga Penunjang Hasil Praktikum Di Pusat Penelitian Jember
STRENGT (Kekuatan)
WEAKNESS (Kelemahan)
1.      Terjalinnya koalisasi pada dinas seluruh Indonesia dan Luar Negeri
2.      Mempunyai dukungan dan support dari pemerintah dalam dan Luar Negeri
3.      Terstrukturnya segala kontribusi pelayanan secara intra dan ekstra
1.      Kurang memanfaatkan kondisi ekstra untuk pelayanan pengunjung
2.      Masih kurangnya tranparansi untuk peluang terhadap instansi terkait
3.      Kurangnya dukungan dan koalisi terhadap sesama pusat penelitian 
OPPORTUNITIES (KESEMPATAN)
THREATS (ANCAMAN)
1.      Dapat mempromosikan fasilitas dan jasa dari dalam dan luar negeri
2.      Dapat meningkatkan pemasukan dan pengunjung
3.      Membuka cabang baru di daerah yang sudah terkoalisi

1.      Terlepasnya kerjasama dalam dan luar negeri
2.      Rendah bahkan ketidak adaan jumlah pengunjung
3.      Vacum dan tutupnya pusat penelitian


Matrik IFE Pusat  Penelitian Kopi dan Kakao
Faktor
Variabel
Nilai Bobot
Nilai Peringkat
Nilai








Kekuatan(STRENGT)
1.      Terjalinnya koalisasi pada dinas seluruh Indonesia dan Luar Negeri
2.      Mempunyai dukungan dan support dari pemerintah dalam dan Luar Negeri
3.      Terstrukturnya segala kontribusi pelayanan secara intra dan ekstra
0,25







0,15






0,10
1







2






3
0,25







0,30






0,30
Jumlah

0,5

0,85








Kelemahan(WEAKNESS)
1.      Kurang memanfaatkan kondisi ekstra untuk pelayanan pengunjung
2.      Masih kurangnya tranparansi untuk peluang terhadap instansi terkait
3.      Kurangnya dukungan dan koalisi terhadap sesama pusat penelitian 
0,05







0,15





0,30
3







2





1
0,15







0,30





0,30
Jumlah

0,5

0,75
Total Skor

1

1,6

Matrik EFE Pusat Penelitian Kopi dan Kakao
Faktor
Variabel
Nilai Bobot
Nilai Peringkat
Nilai






Kesempatan(OPPORTUNITIES)
1.      Dapat mempromosikan fasilitas dan jasa dari dalam dan luar negeri
2.      Dapat meningkatkan pemasukan dan pengunjung
3.      Membuka cabang baru di daerah yang sudah terkoalisi

0,15




0,5



0,30
2




3



1
0,30




0,15



0,30
Jumlah

0,95

0,75





Ancaman(THREATS)
1.      Terlepasnya kerjasama dalam dan luar negeri
2.      Rendah bahkan ketidak adaan jumlah pengunjung
3.      Vacum dan tutupnya pusat penelitian
0,10



0,5



0,35
2



3



1
0,20



0,15



0,35
Jumlah

0,95

0,7
Total Skor

1

1,45

4.3 EFAS DAN STRATEGI YANG DI PERSIAPKAN BERDASARKAN DATA ANALISIS SWOT
IFAS
EFAS
STRENGTH
WEAKNESS
OPPORTUNITIES
STRATEGI SO
Pengupayaan kekuatan atas koalisi, support dan dukungan serta struktur yang baik untuk mencapai kesempatan dalam mempromosikan segalanya tentang puslit hingga nantinya memberikan feedback penambahan pengunjung untuk datang serta adanya perhatian lebih dari instansi luar untuk mengembangkan puslit melalui cabang baru pada daerah setempat.
STRATEGI WO
Pengupayaan kesempatan untuk mempromosikan fasilitas dan jasa terlebih atas feedback pemasukan, pengunjung serta cabang baru yang nantinya hal yang di usahakan ini dapat membangkitkan kelemahan yang tadinya kurang memanfaatkan kondisi ekstra, tranfaransi dan koalisi sesama pusat penelitian dapat di perkecil atas target kesempatan yang di upayakan.
THREATS
STRATEGI ST
Atas ancaman berupa lepasnya kerjasama antar lembaga dalam dan luar negeri, rendahnya tingkat pengunjung hingga terjadinya vacum maka dari itu kekuatan berupa koalisi, support dan dukungan luar dan dalam negeri serta terstrukturnya pelayanan ekstra dan intra harus di manfaatkan dan di jaga agar nantinya segala ancaman tersebut dapat di selesaikan bahkan di hindari melalui koalisi yang sudah terjalin
STRATEGI WT
Atas kelemahan berupa kurangnya memanfaatkan koalisi yang terjalin, transfaransi dan tidak terjalinnya koalisi pada pusat penelitian lain di tambah hal ini dapat mengancam berupa kurangnya kepercayaan instansi lain, rendahnya pengunjung hingga vacumnya pusat penelitian maka dari itu kekuatan atas  berupa koalisi, dukungan dan support dari instansi lain serta struktural yang mendukung secara otomatis harus bisa di manfaatkan dan di tingkatkan lebih baik agar berupa bantuan dari instansi yang sudah terjalin untuk memberikan jalinan terhadap pusat penelitian lain dan nantinya akan terjadi shearing serta feedback untuk kondisi ekstra dalam memperbaiki kelemahan serta menghindari ancaman.











BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
            Atas support dari lembaga/instansi dalam dan luar negeri yang sudah dilakukan terlihat dari data suatu peningakatan. Secara otomatis pula pusat penelitian kopi dan kakao semakin berkembang hingga kini, terbukti dari fasilitias wisata yang sudah di sediakan.

5.2 Saran
Atas perkembangan dan peningkatan yang sudah ada di harapkan dari lembaga/instansi yang sudah membantu pusat penelitian kopi dan kakao jember tetap untuk di jaga kestabilannya agar nantinya dari tahun ke tahun pusat penelitian kopi dan kakao ini bisa terus meningkat dari segi kualitas, kuantitas hingga keberlanjutannya.





















DAFTAR PUSTAKA

https://www.kompasiana.com/priya.purnama/sejarah-kakao-dunia-sampai-jember_550e3dd2a33311aa2dba7fc1




























LAMPIRAN




Format Laporan Praktikum

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM LAPANG PUSAT PENELITIAN KOPI DAN KAKAO JEMBER INDONESIA PENGANTAR AGRIBISNIS LEMBAGA PENUNJANG “KERJASAMA...