LAPORAN
HASIL PRAKTIKUM LAPANG
PUSAT
PENELITIAN KOPI DAN KAKAO JEMBER INDONESIA
PENGANTAR
AGRIBISNIS
LEMBAGA
PENUNJANG “KERJASAMA”
Dosen
Pembimbing : Ir. Sri Hindarti M.SI
Di
Susun Oleh :
Kelompok V
Nadiya
Khoirul Arifah : 21501032034
M.
Faridman Yusuf : 21501032042
Ajatkan : 21501032045
Tommy
Hardiyono : 21501032047
FAKULTAS
PERTANIAN
PROGRAM
STUDI AGRIBISNIS
UNIVERSITAS
ISLAM MALANG
2017
Kata
Pengantar
Atas
nikmat dan karunia-Nya makalah hasil praktikum lapang program studi Agribisnis
Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang yang di adakan pada pusat
penelitian kopi dan kakao yang berada di daerah Jember telah dapat kami susun
sebgagai salah satu syarat dalam menempuh matakuliah Pengantar Agribisnis
semester 5.
Dalam
penyusunan makalah ini sangatlah di butuhkan fakta rill untuk menunjang hasil
praktikum yang valid agar nantinya data yang sudah tersusun ini dapat
menjadikan acuan penelitian yang rill untuk keberlanjutannya. Tidak kalah
penting pembahasan makalah mengenai lembaga penunjang pusat penelitian kopi dan
kakao Jember ini mempunyai data yang lengkap dari tahun 2006 yang sudah
terupgrade sebagai tolak ukur keberhasilan dalam mendirikan pusat penelitian
yang legal dalam suatu daerah seiring peningkatannya yang terlihat atas segala
support yang dilakukan lembaga/instansi terkait.
Diharapkan
pada makalah yang sudag tersusun ini dapat menjadikan minat peneliti untuk bisa
menjadikannya acuan dan panduan dalam mendapatkan informasi mengenai pusat
penelitian kopi dan kakao yang ada di Jember yang sudah di akui kualitas dan
kuantitasnya dari macam-macam pengunjung yang sudah berdatangan menjadikan
pusat penelitian kopi dan kakao di Jember bukan hanya untuk study tetapi juga
untuk pariwisata.
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar……………………………………………………………………..
Daftar Isi………………………………………………………………………….....
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………...……
1.2 Rumusan
Masalah…………………………………………………………...…..
1.3 Tujuan………………………………………………………………………...….
BAB II : KERANGKA TEORI
2.1 Sejarah Kopi…………………………………………………………..………...
2.2
Pengertian Lembaga
Penunjang...........................................................................
BAB III : GAMBARAN UMUM
PERUSAHAAN
3.1 Profil Pusat
Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia……………………...……...
3.2 Struktur
Organisasi………………………………………………………...…...
·
Tugas
pokok dan fungsi………………………………………………..…..
·
Visi
dan Misi………………………………………………………………
·
Rencana
Strategis…………………………………………………...……..
3.3 Sumberdaya
Manusia…………………………………………………...…..…
3.4 Sarana
Penelitian………………………………………………………..……..
BAB IV : HASIL DAN
PEMBAHASAN
4.1 Lembaga Kerjasama…………………………………………………….…..
4.2 Analisis swot…………………………………………………………….......
4.3 Efas dan strategi yang di persiapkan berdasarkan
data analisis swot.............
BAB V : PENUTUP
5.1 Kesimpulan…………………………………………………………….……
5.2 Saran…………………………………………………………………..…….
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….
LAMPIRAN………………………………………………………………...…
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Mungkin masyarakat di Indonesia, belum semuanya mengetahui
bahwa di Indonesia mempunyai Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia
(Puslitkoka). Sejak didirikan pada tanggal 1 Januari 1911 dengan nama Besoekisch
Proefstation, menjadikan penelitian kopi dan kakao sudah sangat lama
dilakukan di Indonesia, sehingga layak jika Indonesia menjadi
championship di produksi kopi dan kakao di dunia
Terjadinya dualisme menejerial, menimbulkan masalah tersendiri
bagi kelembagaan Puslitkoka. Dimana secara fungsional berada di bawah Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia,
sedangkan secara struktural dikelola oleh Lembaga Riset Perkebunan Indonesia –
Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia (LRPI–APPI)
Upaya peningkatan manajemen internal Puslitkoka terus
diupayakan, dimana pada tahun 2008 mendapat akreditasi oleh Kemenristekdikti
melalui Lembaga Sertfikasi KNAPPP (Komite Nasional Akreditasi Pranata
Penelitiandan Pengembangan
Prestasi terus digapai, setelah ditetapkan sebagai Pusat
Unggulan Iptek Kakao pada tahun 2013 dan Pusat Unggulan Kopi pada tahun 2014,
tahun 2015, Kemenristekdikti kembali menganugerahkan gelar Pusat Unggulan Iptek
Kopi dan Kakao kepada Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Pencapaian
ini, merupakan bukti bahwa Puslitkoka merupakan pranata litbang yang senantiasa
berinovasi untuk riset dan pengembangan komoditi kopi dan kakao dalam mendukung
program MP3EI (Master plan Percepatandan Perluasan Pembangunan Ekonomi
Indonesia).
Mencermati dan Melilihat darivisi, misi dan dari pengalaman
penelitian yang sangat panjang, puslitkoka ini, seharusnya sudah dapat
mendorong tercapainya Indonesia menjadi produsen kopi dan kakao nomor satu di
dunia. Mengapa demikian ? Karena budaya inovasi teknologi, industri dan
senergitas dengan internasional sudah membudaya di seluruh jajaran puslitkoka.
Hal tersebut di atas, didukung oleh sumberdaya manusia yang
mumpuni, berjumlah 301 orang, terbagi dalam 3 bidang: (1) Bidang Penelitiandan
Pelayanan, (2) Bidang Usaha, dan (3) Bidang Administrasi/Penunjang. Peneliti
berjumlah 34 orang, terdiriatas 11 orang berijasah S3, 8 orang berijasah S2,
dan 15 orang berijasah S1. Berdasarkanj abatan fungsionalnya dapat
dikelompokkan 11 orang Peneliti Utama, 12 orang Peneliti Madya, 1 orang
Peneliti Muda, 1 orang Peneliti Pertama, dan 4 orang peneliti non kelas.
1.2 Rumusan Masalah :
1.
Siapa lembaga penunjang untuk
pengembangan pusat penelitian kopi dan kakao Jember?
2.
Apa saja yang telah dilakukan lembaga
terkait dalam membantu mengembangkan pusat penelitian kopi dan kakao jember?
3. Bagaimana
hasil yang sudah di dapatkan pusat penelitian kopi dan kakao Jember atas
support lembaga penunjang?
1.3 Tujuan
:
1. Untuk
dapat mengetahui lembaga penunjang dalam pengembangan pusat penelitian kopi dan
kakao Jember.
2. Untuk
mengetahui apa yang telah dilakukan lembaga terkait dalam membantu
mengembangkan pusat penelitian kopi dan kakao Jember.
3. Untuk
mengetahui hasil yang sudah di didapatkan pusat penelitian kopi dan kakao
jember atas support lembaga penunjang.
BAB II
KERANGKA
TEORI
2.1 Sejarah Kopi
Kopi
merupakan salah satu komoditi terbesar Indonesia selain kakao, tebu, dan teh. Indonesia adalah penghasil kopi
terbesar ke-3 setelah
Brazil dan Vietnam. Indonesia salah satu pengekspor kopi terbesar ke-3 di Dunia, ekspor kopi Indonesia
setiap tahunnya mengalami peningkatan. Namun mutu yang dihasilkan tidak selaras
dengan peningkatan jumlah ekspornya. Hal ini, diakibatkan oleh pengolahan pasca
panen yang kurang baik dari para petani.
Kopi
masuk ke Indonesia pada tahun 1696 sampai 1699. Tanman kopi diperkenalkan oleh
penjajah VOC tanaman ini mula0mula hanya di jadikan sebagai bahan coba-coba,
namun Karena hasilnya memuaskan dan menguntungkan pihak VOC sehingga mereka
menyebarkan Kopi ke berbagai daerah di Indonesia. Kopi merupakan tanaman asal
Afrika, ada 3 varietas Kopi yang di tanam di Dunia, yaitu Kopi Arabika, Kopi Robusta, dan Kopi Liberika.
Kopi merupakan salah satu minuman
yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Kopi pada
era modern sedang di gandrungi atau dijadikan lifestyle berbagai kalangan dari
muda-mudi hingga orang tua. Kopi memiliki sifat psikostimulant yang akan
menyebabkan orang tetap terjaga.
2.2
Pengertian Lembaga Penunjang
Lembaga Penunjang adalah
institusi penunjang yang turut serta mendukung pengoperasian
Pasar Modal dan bertugas dan berfungsi melakukan pelayanan kepada pegawai dan
masyarakat umum.
BAB
III
GAMBARAN
UMUM PERUSAHAAN
3.1 Profil Pusat
Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia
Pusat Penelitian Kopi dan
Kakao Indonesia (Puslitkoka) didirikan
pada 1 Januari 1911 dengan nama waktu itu Besoekisch Proefstation.
Setelah mengalami beberapa kali perubahan baik nama maupun pengelola, saat ini
secara fungsional Puslitkoka berada di bawah Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia, sedangkan
secara struktural dikelola oleh Lembaga Riset Perkebunan Indonesia – Asosiasi
Penelitian Perkebunan Indonesia (LRPI – APPI).
Puslitkoka adalah lembaga
non profit yang memperoleh mandat untuk melakukan penelitian dan pengembangan
komoditas kopi dan kakao secara nasional, sesuai dengan Keputusan Menteri
Pertanian Republik Indonesia No. 786/Kpts/Org/9/1981 tanggal 20 Oktober 1981.
Juga sebagai penyedia data dan informasi yang berhubngan dengan kopi dan kakao.
Sejak berdiri pada tahun
1911, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia berkantor di Jl. PB. Sudirman
No. 90 Jember. Namun mulai 1987 seluruh kegiatan/operasional dipindahkan ke
kantor baru berlokasi di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jember berjarak +
20 km arah Barat Daya dari Kota Jember. Pada tahun 2008 terakreditasi oleh
Lembaga Sertfikasi KNAPPP dengan Nomor Sertifikat: 006/Kp/KA-KNAPPP/I/2008.
3.2 Struktur Organisasi
Tugas Pokok dan Fungsi
·
Melakukan
penelitian guna mendapatkan inovasi teknologi di bidang budidaya dan pengolahan
hasil kopi dan kakao
·
Melakukan
kegiatan pelayanan kepada petani/pekebun kopi dan kakao di seluruh wilayah
Indonesia guna memecahkan masalah dan mempercepat alih teknologi
·
Membina
kemampuan di bidang sumberdaya manusia, sarana dan prasarana guna mendukung
kegiatan penelitian dan pelayanan.
Visi dan Misi
·
Menjadi
salah satu lembaga penelitian yang handal dan produktif dalam menciptakan dan
mengembangkan teknologi yang tekait dengan perkebunan kopi dan kakao
·
Menjadi
pelopor kemajuan industri kopi dan kakao
·
Menjadi
mitra pelaku usaha dengan pemerintah dalam mengembangkan inovasi teknologi
baru.
·
Menjadi
pusat informasi dan pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan daya
saing.
Rencana Strategis
·
Menentukan
arah penelitian yang difokuskan pada isu strategis dengan memperhatikan
peluang, kendala dan sumberdana yang tersedia yang lebih lanjut dijabarkan
dalam Rencana Operasional Penelitian (ROP)
·
Menyatukan
persepsi antara pengambil kebijakan, perencana, peneliti dan pengguna teknologi
dalam menentukan arah dan prioritas penelitian.
·
Menyatukan
arah penelitian dalam rangka mendorong munculnya efek sinergik dalam kegiatan
ristek pada lingkup Puslitkoka, lingkup Badan Litbang Pertanian serta lingkup
Nasional dan Internasional
3.3 Sumberdaya
Manusia
Sumberdaya
manusia Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia saat ini berjumlah 301 orang,
yang terbagi dalam 3 bidang tugas, yaitu bidang penelitian dan pelayanan,
bidang usaha, dan bidang administrasi/penunjang. Peneliti berjumlah 34 orang,
terdiri atas 11 orang berijasah S3, 8 orang berijasah S2, dan 15 orang
berijasah S1. Berdasarkan jabatan fungsionalnya dapat dikelompokkan 11 orang Peneliti
Utama, 12 orang Peneliti Madya, 1 orang Peneliti Muda, 1 orang Peneliti
Pertama, dan 4 orang peneliti non kelas.
3.4 Sarana
Penelitian
Kebun Percobaan
dan Areal Kantor seluas 380 ha, terdiri atas kebun percobaan kopi arabika (KP.
Andungsari ketinggian 100-1.200 m dpl.), kopi robusta dan kakao (KP. Kaliwining
dan KP. Sumberasin ketinggian 45-550 m dpl.). Laboratorium yang dipunyai seluas
2.365 m2 dengan peralatan sejumlah 850 unit. Terdiri
dari Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Laboratorium Fisika Tanah, Kimia Tanah dan
Biologi Tanah, Laboratorium Kultur Jaringan, Laboratorium Mekanisasi Pertanian,
Laboratorium Pengolahan Hasil, Laboratorium Pengawasan Mutu, Pusat Informasi
dan Pelatihan. Koleksi buku dan majalah di perpustakaan sebanyak 38.706
judul dan 38.983 eksemplar, terdiri atas 7.622 judul artikel tentang kopi,
5.024 judul artikel kakao, dan lebih dari 15.677 judul artikel tentang karet,
tembakau, dan tanaman lainnya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Lembaga Kerjasama
Dalam
praktikum lapang yang sudah dilaksanakan di dapatkan informasi bahwa pusat
penelitian kopi dan kakao yang ada di Jember merupakan lembaga yang mulanya
bersifat mandiri hingga timbulnya respon yang baik dari kalangan dalam negeri
hingga luar negeri atas perkembangannya yang baik dalam pusat penelitian hingga
tempat pariwisata.
Terkait
dalam lembaga penunjang pusat penelitian kopi dan kakao memiliki dua kerjasama, yaitu kerjasama dalam negeri dan kerjasama
luar negeri untuk menunjang keberlanjutan, kualitas dan kuantitas pusat
penelitian kakao dan kopi yang berada di jember.
Dari data
yang telah didapatkan dari tahun pertama samapai tahun terakhir merupakan suatu perkembangan yang baik atas
hasil kualitas dan kuantitas pusat penelitian kopi dan kakao Jember hingga
sekarang ini.
Lembaga kerja sama dalam negeri yaitu :
- Penelitian dan pengembangan kopi dan kakao. Balai Penelitian
Tanaman Tembakau dan Serat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Integrasi klon kopi harapan dengan budidaya dan pengelolaan
yang sesuai untuk lahan marginal terhadap produksi dan kualitas biji di
Temanggung dan Ende Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI).
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Inegrasi klon kakao harapan dengan budidaya dan pengelolaan
yang sesuai untuk lahan marginal terhadap produksidan kualitas biji di
Donggala dan Ende Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI).
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Rintisan waralaba pembangunan kebun Sumber benih kopi.
Dinas Perkebunan Jawa Barat.
- Pengembangan agribisnis kopi arabika di Pangalengan, Bandung.
Koperasi Petani Kopi Pangalengan.
- Penyelenggaraan uji multilokasi klon unggul kakao harapan
tahan PBK. Direktorat Jenderal Perkebunan, Dinas Perkebunan
dan Hortikultura Propinsi Sulawesi Tenggara.
7. Pengembangan Agribisnis Kopi
Arabika di Kabupaten Bandung. Asosiasi Petani Kopi Indonesia(APEKI) Kabupaten
Bandung.
8. Pembinaan dan Pembelian Kopi
Biji Robusta Rakyat dengan Cara Olah Semi Basah. PT. Indocom Citrapersada,
Kelompok Tani Usaha Bersama (KUB) Robusta Lampung Barat.
9. Penelitian dan pengembangan
kopi dan kakao. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
10. Integrasi klon kopi harapan
dengan budidaya dan pengelolaan yang sesuai untuk lahan marginal terhadap
produksi dan kualitas biji di Temanggung dan Ende. Peningkatan Pendapatan
Petani Melalui Inovasi (P4MI) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
11. Inegrasi klon kakao harapan
dengan budidaya dan pengelolaan yang sesuai untuk lahan marginal terhadap
produksidan kualitas biji di Donggala dan Ende. Peningkatan Pendapatan Petani
Melalui Inovasi (P4MI) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Pendampingan teknologi untuk mendukung kegiatan pengembangan
kopi dan kakao di Kabupaten Yapen Waropen. Pemerintah Kabupaten
Yapen Waropen Propinsi Papua.
- Pengembangan kakao di kota Palu. Pemerintah Kota Palu,
Universitas Tadolako, DPD ASKINDO Sulawesi Tengah.
- Pengembangan agribisnis berbasis komoditas kakao di Kabupaten
Nagekeo. Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur.
- Integrasi klon kopi harapan dengan budidaya dan pengelolaan
yang sesuai untuk lahan marginal terhadap produksi dan kualitas biji di
Temanggung dan Ende Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI),
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Inegrasi klon kakao harapan dengan budidaya dan pengelolaan
yang sesuai untuk lahan marginal terhadap produksidan kualitas biji di
Donggala dan Ende. Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi
(P4MI) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- penelitian dan pengembangan kopi dan kakao. Balai Penelitian
Tanaman Tembakau dan Serat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Identifikasi senyawa nitrogen organik tanah tertentu
dan pemnfaatan sebagai indikator dalam usaha efisiensi penggunaan pupuk
Nitrogen pada kakao. Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia.
- Reaktivasi enzim-enzim kunci pembentuk citarasa dan aplikasi
bakteri asam laktat. Insentif SINas Kementerian Riset dan Teknologi
Indonesia.
- Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian.
- Introduksi klon unggul dengan Pengelolaan yang sesuai untuk
lahan marginal guna meningkatkan produktivitas sebesar 20% di Kabupaten
Ende. Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI), Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Identifikasi dan Isolasi Gen S-Penentu
Self-Incompatibilty pada Kopi Robusta (Coffea canephoraPierre) untuk Penyesuaian Pasangan Antar Klon Guna Mencapai
Produktivitas di atas 2 Ton per Ha. Direktorat Penelitian Pengabdian
Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen
Pendidikan Nasional R.I.
- Isolasi dan Pemanfaatan Mikrobia Rizosfer Kopi
untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kopi Menjadi 125%. Direktorat
Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi Departemen Pendidikan Nasional R.I.
- Guarded Indonesian cocoa bean. Kementerian Riset dan
Teknologi Indonesia.
- Pengembangan agribinis berbasis komoditas kopi
arabika dan kakao di Kabupaten Ngada. Pemerintah Kabupaten Ngada Nusa
Tenggara Timur, Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten
Ngada.
- Pendampingan petani kopi arabika di daerah Sembalun Kabupaten
Lombok Timur dan daerah Tepal Kabupaten Sembawa. Pemerintah Provinsi Nusa
Tenggara Barat.
- Pendampingan rintisan mutu kopi organik /spesialti. Dinas
Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bondowoso.
- Pengelolaan hama penggerek buah kopi untuk menurunkan tingkat
serangan menjadi kurang dari 20% melalui aspek monitoring dan pengendalian
dengan agensia hayati dan perangkap. Pusat Penelitian dan
Pengembangan Perkebunan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Pemanfaatan biodegradable film untuk melindungi buah kakao
dari serangan penggerek buah kakao (PBK). Pusat Penelitian dan
Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Penelitian dan karakterisasi edafik kopi specialti (sifat
kimia, fisika dan citarasa) di Indonesia. Pusat Penelitian dan
Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Penelitian dan karakterisasi edafik kopi specialti (sifat
kimia, fisika dan citarasa) di Indonesia. Pusat Penelitian dan
Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Rekayasa alsin produksi Kalium Hidroksida (KOH) dan
reaktor biogas formulasi produk pangan, pupuk dan kertas berbasis limbah
kakao yang dapat meningkatkan nilai tambah 60%. Pusat Penelitian dan
Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Perakitan bahan tanam kopi dengan mutu dan produktivitas
tinggi di atas 2,75 ton/ha/th, tahan terhadap nematoda Radhopulus
similis dan penyakit karat daun (Hemileia vastatrik) untuk
kopi arabika, dan nematoda Pratylenchus coffeae untukkopi
robusta serta perbanyakan massal secara somatic embryogenesis (SE). Pusat
Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian.
- Perakitan bahan tanaman kakao dengan produktivitas tinggi di
atas 1,5 ton biji kering/th, tahan hama PBK,penyakit VSD dan busuk buah
kakao (BBK). Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Identifikasi Dan Isolasi Gen S Penentu Self-Incompatibility
Pada Kopi Robusta (Coffea canephoraPierre) Untuk Penyesuaian
Pasangan Antar Klon Guna Mencapai Produktivitas di atas 2 Ton Per Ha.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Kajian Efisiensi Retranslokasi Hara dan Pengelolaan Hara
serta Air Terpadu di Perkebunan Kopi dan Kakao Berdasarkan Agroekosistem
Guna Meningkatkan Efisiensi Pengunaan Hara dan Air Sebesar 25%. Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Integrasi aplikasi agens hayati untuk mengendalikan hama
utama tanaman kakao (Conopomorpha cramerella) untuk menekan
kehilangan hasil sebesar 30%. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Pemanfaatan biji kakao terserang PBK sebagai sumber senyawa
antimikrobia dan kulit buah kakao untuk pakan ikan guna meningkatkan nilai
tambah sebesar 25%. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Aplikasi Teknologi Digital Sensor Warna sebagai Penentu
Tingkat Fermentasi Biji Kakao Secara Cepat dan Akurat untuk menghapus
diskon otomatis biji kakao unfermented sebesar 20%. Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian.
- Pengembangan kopi luwak dan instrumen produksinya secara In
vitro untuk meningkatkan nilai tambah 50%. Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian.
- Pengembangan konsep kawasan industri kakao terpadu tanpa
limbah (KIKAT-ZERO WASTE). Insetif SINas Kementerian Riset dan Teknologi
Indonesia.
- Pengembangan Sentra Industri Kopi Terpadu Berwawasan
Lingkungan Untuk Mendukung Agroindustri Di Pedesaan. Insetif SINas
Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia.
- Pengembangan proses dan alsin fermentasi biji kopi terkendali
untuk peningkatan mutu dan nilai tambah 50%. Balai Besar Mekanisasi
Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Rekayasa tungku terkendali dengan mikrokontroller berbasis
PLC untuk mensin sangrai biji kopidan kakao guna meningkatkan efisiensi
penggunaan bahan bakar 30% danmengurangi emisi gas CO2 >30%. Balai
Besar Mekanisasi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Pembangunan klaster kopi di Kebupaten Bondowoso. Pemerintah
Kabupaten Bondowoso, Bank Indonesia cab. Jember, PT. Bank
Pembangunan Daerah Jawa Timur Cabang Bondowoso, Perum
Perhutani KPH Bondowoso, PT. Indokom Citra Persada, Asosiasi Petani Kopi
Indonesia Kabupaten Bondowoso.
- Perbaikan mutu & sistem pemasaran kopi serta pendaftaran
IG Kopi Flores Bajawa. Dinas Perkebunan Kabupaten Ngada Provinsi Nusa
Tenggara Timur.
- Penelitian varietas dan blok penghasil tinggi (BPT)
kopi excelsa. Dinas Perkebunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Provinsi Jambi.
- Perbaikan mutu & sistem pemasaran kopi. Dinas Perkebunan
Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Barat.
- Pendampingan pengolahan dan pemasaran kopi di Bondowoso.
Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bondowoso Provinsi Jawa
Timur.
- Penyusunan draft buku persyaratan IG kopi arabika
Bondowoso. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bondowoso
Provinsi Jawa Timur.
- Data base plasma nutfah dan teknologi serta data
produksi nasional tanaman kopi dan kakao. Pusat Penelitian dan
Pengembangan Perkebunan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
- Kajian pengembangan hasil samping perkebunan (kakao). Ditjen
Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.
- Pendampingan investasi & eksploitasi kebun kopi. PT.
Perkebunan Nusantara XII (Persero).
- Pendampingan investasi & eksploitasi kebun kakao. PT.
Perkebunan Nusantara XII (Persero).
- Pendampingan pengelolaan kebun benih kakao. PT.
Perkebunan Nusantara IV (Persero).
- Pendampingan eksploitasi dan rehabilitasi kebun kopi. PT.
Perkebunan Nusantara IX (Persero).
- Pendampingan budidaya, pengolahan, dan pemasaran hasil kopi
arabika. Dinas Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
- Pendampingan mutu kopi arabika standar ekspor. Dinas
Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bondowoso.
- Penyelamatan Java “A” Light Breaking Cocoa Melalui
Eksplorasi Dan Seleksi Pada Populasi Kakao Edel Di Wilayah Jawa Timur.
Insentif SINas Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia.
- Pengembangan Sentra Industri Kopi Terpadu Berwawasan
Lingkungan Untuk Mendukung Agroindustri Di Pedesaan. Insentif SINas
Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia.
- Aplikasi Jamur Paecilomyces lillacinus untuk Menginduksi
Ketahanan Tanaman Kopi Terhadap Nematoda Parasit, Pratylenchus cofeeae. Insentif SINas
Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia.
- Pembangunan kebun koleksi plasma nutfah kopi dan kakao.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian.
- Optimalisasi budidaya dan pengolahan kopi tipe liberoid
di lahan gambut. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Lembaga
kerja sama luar negeri:
- Improving cocoa production through farmer involvement in
demonstration trials of potentially superior and pest/disease resistant
genotypes and integrated management practices. ACIAR Project No.
SMAR/2005/074.
- Enhancing farmer engagement with specialty coffee
chains Eastern Indonesia. Australian Centre for International
Agricultural Research (ACIAR).
- Development of application protocols and commercialization of
cocoa pod borer (CPB) pheromone and biological rodent control for
improving cocoa quality in Indonesia. Pest Control India (PCI), CV. Hetts
Bio-Lestari, Masterfoods (Mars U.K.Ltd), German Technical Cooperation
(GTZ).
- On researching coffee varieties under the project
tittled Aceh partnerships for economic development. Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) of the Provincial Government of
Nanggroe Aceh Darussalam.
- Causes (s) and correction of cocoa beans contomination
by PAH. Centre de Cooperation Internationale en Recherche Agronomique pour
le Developpement (CIRAD).
- Building of Sustainable Good Quality Arabica Coffee ‘FLORES
BAJAWA”. Arabica coffee farmer groups of Ngada District domicile at
Bajawa, Flores; Office of Estate Crops Development, Goverment of Ngada
District, domicile at Bajawa, Flores; PT. Indokom Citrapersada as
coffee exporter domicile in Sidoarjo; Royal Coffee Co. As coffee buyer
domicile in Emeryville, California (USA).
- Coffe clones for genome mapping analysis. Nestec LTD.
- Improving cocoa production through farmer involvement in
demonstration trials of potentially superior and pest/disease resistant
genotypes and integrated management practices. ACIAR Project No.
SMAR/2005/074.
- In Suport of the superior Hybrids Filed Trial Project.
Yayasan ACDI VOCA Indonesia.
- Technical and scientific cooperation. The University of Trieste,
Italy.
- Cocoa hybrid trial. Lembaga Koko Malaysia (Malaysian
Cocoa Board).
- Cocoa hybrid trial. University of Southerm Mindanao,
Kabacan, 9407, North Cotabato, Philippines.
- Technical and research service AMARTA.
- Basic coffe cupping training for farmer’s cooperative
in Gayo Highland of Aceh. Winrock International Institute For Agricultural
Development, UNDP Strengthening the Coffee Industry in Aceh Project.
- Improving cocoa production through farmer involvement in
demonstration trials of potentially superior and pest/disease resistant
genotypes and integrated management practices. ACIAR Project No.
SMAR/2005/074.
- Testing the superior hybrids of cocoa in term of regional
cocoa breeding collaboration. INGENIC Asia-Pacific, Mars Inc
& World Cocoa Foundantion (WCF).
- Improving cocoa production through farmer involvement in
demonstration trials of potentially superior and pest/disease resistant
genotypes and integrated management practices. ACIAR Project No.
SMAR/2005/074.
- Engagement of coffee farmer & international market of
specialty coffee at Eastern Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific).
- Incussion prevention and management of coffee
berry borer in PNG and Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific).
- Genetic mapping of robusta coffee Resistance of robusta
coffee againts coffee parasitic nematodes, Pratylenchus coffeae and
Radophulus similis. Nestec Limited dan PT. Nestle Beverages Ind.
- Improving cocoa production through farmer involvement in
demonstration trials of potentially superior and pest/disease resistant
genotypes and integrated management practices. ACIAR Project No.
SMAR/2005/074.
- Engagement of coffee farmer & international market of
specialty coffee at Eastern Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific).
- Incussion prevention and management of coffee
berry borer in PNG and Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific).
- Testing the superior hybrids of cocoa in term of regional
cocoa breeding collaboration. INGENIC Asia-Pacific, Mars Inc & World
Cocoa Foundantion (WCF).
- Implementation of GAP for improving the productivity of land
& realize the sustainability cocoa farming PT. Mars
Symbiosciene Indonesia.
- Assesing & improving on pesticide practice for cocoa in
Indonesia. National Confectioners Association (NCA) Americ, CABI.
- Effectiveness of Bio-coater Spraying in Controlling Cocoa Pod
Borer. Word Cocoa Foundation.
- Improving cocoa quality & marketing. ADMCOCO.
- Engagement of coffee farmer & international market of
specialty coffee at Eastern Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific).
- Traceability of specialty coffee. CIRAD
- Improving cocoa production through farmer involvement in
demonstration trials of potentially superior and pest/disease resistant
genotypes and integrated management practices. ACIAR Project No. SMAR/2005/074.
- Moleculer study on VSD resistant cocoa clones. USD,
ARS, Subtropical Horticulture Research Station.
- Assessing Indonesian cocoa germplasm using SNP markers.
Beltsville Agriculture Research Center, ARS-USDA.
- Improving the sustainability of cocoa production in eastern
Indonesia through integrated pest, disease and soil management in an
effective extension and policy environment. ACIAR Project No. AGB
I/2010-011.
- Engagement of coffee farmer & international market of
specialty coffee at Eastern Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific.
- Incussion prevention and management of coffee
berry borer in PNG and Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific.
- Testing the superior hybrids of cocoa in term of regional
cocoa breeding collaboration. INGENIC Asia-Pacific, Mars Inc & World
Cocoa Foundantion (WCF).
- Intensification and Improvement of Cocoa Production in
the Mentawai Islands. Food and Agriculture Organization of the
United Nations (FAO).
- Effectiveness of Bio-coater Spraying in Controlling Cocoa Pod
Borer. Word Cocoa Foundation (WCF).
- Developing budwood garden of cocoa clones through. Word Cocoa
Foundation (WCF).
- Novel Approaches to Managing Cocoa Pests and Disease. Clemson
University, USA.
- Finance Alliance for Sustainable Trade. COSA.
- Improving the sustainability of cocoa production in eastern
Indonesia through integrated pest, disease and soil management in an
effective extension and policy environment. ACIAR Project No. AGB
I/2010-011.
- Engagement of coffee farmer & international market of
specialty coffee at Eastern Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific).
- Incussion prevention and management of coffee
berry borer in PNG and Indonesia. ACIAR, PNG , CABI –UK-SEA Pasific).
- Implementation of GAP for improving the productivity of land
& realize the sustainability cocoa farming. PT. Mars
Symbiosciene Indonesia.
- Testing the superior hybrids of cocoa in term of regional
cocoa breeding collaboration. INGENIC Asia-Pacific, Mars Inc & World
Cocoa Foundantion (WCF).
- Research Program. World Coffee Research (WCR), Texas Agrjlife
Research Norman Borlaug Institute For International Agriculture The Texas
A&M University System College Station, Texas United States Of America.
Dari data yang telah didapatkan dari tahun pertama samapai tahun terakhir merupakan suatu perkembangan yang baik atas
hasil kualitas dan kuantitas pusat penelitian kopi dan kakao Jember hingga
sekarang ini.
4.2 Analisis SWOT Dari Lembaga Penunjang Hasil
Praktikum Di Pusat Penelitian Jember
|
STRENGT (Kekuatan)
|
WEAKNESS (Kelemahan)
|
|
1.
Terjalinnya
koalisasi pada dinas seluruh Indonesia dan Luar Negeri
2.
Mempunyai
dukungan dan support dari pemerintah dalam dan Luar Negeri
3.
Terstrukturnya
segala kontribusi pelayanan secara intra dan ekstra
|
1. Kurang memanfaatkan kondisi ekstra untuk
pelayanan pengunjung
2.
Masih
kurangnya tranparansi untuk peluang terhadap instansi terkait
3. Kurangnya dukungan dan koalisi terhadap sesama
pusat penelitian
|
|
OPPORTUNITIES (KESEMPATAN)
|
THREATS (ANCAMAN)
|
|
1.
Dapat
mempromosikan fasilitas dan jasa dari dalam dan luar negeri
2.
Dapat
meningkatkan pemasukan dan pengunjung
3.
Membuka cabang
baru di daerah yang sudah terkoalisi
|
1.
Terlepasnya
kerjasama dalam dan luar negeri
2.
Rendah bahkan
ketidak adaan jumlah pengunjung
3.
Vacum dan
tutupnya pusat penelitian
|
Matrik
IFE Pusat Penelitian Kopi dan Kakao
|
Faktor
|
Variabel
|
Nilai Bobot
|
Nilai
Peringkat
|
Nilai
|
|||||||||
|
Kekuatan(STRENGT)
|
1.
Terjalinnya
koalisasi pada dinas seluruh Indonesia dan Luar Negeri
2.
Mempunyai
dukungan dan support dari pemerintah dalam dan Luar Negeri
3. Terstrukturnya
segala kontribusi pelayanan secara intra dan ekstra
|
|
|
|
|||||||||
|
Jumlah
|
|
0,5
|
|
0,85
|
|||||||||
|
Kelemahan(WEAKNESS)
|
1. Kurang memanfaatkan kondisi ekstra untuk pelayanan
pengunjung
2.
Masih
kurangnya tranparansi untuk peluang terhadap instansi terkait
3. Kurangnya
dukungan dan koalisi terhadap sesama pusat penelitian
|
|
|
|
|||||||||
|
Jumlah
|
|
0,5
|
|
0,75
|
|||||||||
|
Total
Skor
|
|
1
|
|
1,6
|
Matrik
EFE Pusat Penelitian Kopi dan Kakao
|
Faktor
|
Variabel
|
Nilai Bobot
|
Nilai
Peringkat
|
Nilai
|
|||||||||
|
Kesempatan(OPPORTUNITIES)
|
1. Dapat
mempromosikan fasilitas dan jasa dari dalam dan luar negeri
2. Dapat
meningkatkan pemasukan dan pengunjung
3. Membuka
cabang baru di daerah yang sudah terkoalisi
|
|
|
|
|||||||||
|
Jumlah
|
|
0,95
|
|
0,75
|
|||||||||
|
Ancaman(THREATS)
|
1. Terlepasnya
kerjasama dalam dan luar negeri
2. Rendah
bahkan ketidak adaan jumlah pengunjung
3. Vacum
dan tutupnya pusat penelitian
|
|
|
|
|||||||||
|
Jumlah
|
|
0,95
|
|
0,7
|
|||||||||
|
Total Skor
|
|
1
|
|
1,45
|
4.3
EFAS DAN STRATEGI YANG DI PERSIAPKAN BERDASARKAN DATA ANALISIS SWOT
|
IFAS
EFAS
|
STRENGTH
|
WEAKNESS
|
|
OPPORTUNITIES
|
STRATEGI SO
Pengupayaan kekuatan atas koalisi, support dan
dukungan serta struktur yang baik untuk mencapai kesempatan dalam
mempromosikan segalanya tentang puslit hingga nantinya memberikan feedback
penambahan pengunjung untuk datang serta adanya perhatian lebih dari instansi
luar untuk mengembangkan puslit melalui cabang baru pada daerah setempat.
|
STRATEGI WO
Pengupayaan kesempatan untuk mempromosikan
fasilitas dan jasa terlebih atas feedback pemasukan, pengunjung serta cabang
baru yang nantinya hal yang di usahakan ini dapat membangkitkan kelemahan
yang tadinya kurang memanfaatkan kondisi ekstra, tranfaransi dan koalisi
sesama pusat penelitian dapat di perkecil atas target kesempatan yang di
upayakan.
|
|
THREATS
|
STRATEGI ST
Atas ancaman berupa lepasnya kerjasama antar
lembaga dalam dan luar negeri, rendahnya tingkat pengunjung hingga terjadinya
vacum maka dari itu kekuatan berupa koalisi, support dan dukungan luar dan
dalam negeri serta terstrukturnya pelayanan ekstra dan intra harus di manfaatkan
dan di jaga agar nantinya segala ancaman tersebut dapat di selesaikan bahkan
di hindari melalui koalisi yang sudah terjalin
|
STRATEGI WT
Atas kelemahan berupa kurangnya memanfaatkan
koalisi yang terjalin, transfaransi dan tidak terjalinnya koalisi pada pusat
penelitian lain di tambah hal ini dapat mengancam berupa kurangnya
kepercayaan instansi lain, rendahnya pengunjung hingga vacumnya pusat
penelitian maka dari itu kekuatan atas
berupa koalisi, dukungan dan support dari instansi lain serta
struktural yang mendukung secara otomatis harus bisa di manfaatkan dan di
tingkatkan lebih baik agar berupa bantuan dari instansi yang sudah terjalin
untuk memberikan jalinan terhadap pusat penelitian lain dan nantinya akan
terjadi shearing serta feedback untuk kondisi ekstra dalam memperbaiki
kelemahan serta menghindari ancaman.
|
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Atas support dari lembaga/instansi dalam dan luar negeri yang
sudah dilakukan terlihat dari data suatu peningakatan. Secara otomatis pula
pusat penelitian kopi dan kakao semakin berkembang hingga kini, terbukti dari
fasilitias wisata yang sudah di sediakan.
5.2
Saran
Atas perkembangan dan
peningkatan yang sudah ada di harapkan dari lembaga/instansi yang sudah
membantu pusat penelitian kopi dan kakao jember tetap untuk di jaga
kestabilannya agar nantinya dari tahun ke tahun pusat penelitian kopi dan kakao
ini bisa terus meningkat dari segi kualitas, kuantitas hingga keberlanjutannya.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.kompasiana.com/priya.purnama/sejarah-kakao-dunia-sampai-jember_550e3dd2a33311aa2dba7fc1
LAMPIRAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar